Tampilkan postingan dengan label Anak dan Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak dan Bayi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2016

NGOMPOL

AT-THIB HOLISTIC:
┏━━━━━━━━━━━━━━━━━┓
●     INFOKES     ANAK     ●  
┗━━━━━━━━━━━━━━━━━┛

NGOMPOL

✋Tentu ini perkara ini lumrah terjadi pada anak-anak. Hampir tiap anak melewati fase mengompol dalam proses tumbuh kembangnya.

Ngompol atau dikenal juga dengan istilah bedwetting masih umum terjadi pada anak-anak di atas usia 3 tahun.

Anak-anak pada usia ini pada umumnya sudah mempunyai kesadaran untuk tidur dalam kondisi kering dan merasa kurang nyaman saat ngompol.

Ngompol lebih sering dialami anak laki-laki. Mereka umumnya akan langsung terjaga jika merasa ingin buang air kecil saat tidur. Faktanya sekitar 20% anak-anak usia 5-6 tahun masih ngompol, dan ada sekitar 1% sudah berusia remaja.

⏺ FAKTOR PENYEBAB

Mengompol terjadi tanpa faktor kesengajaan dari anak. Beberapa faktor yg dapat menyebabkan ngompol antara lain:

1⃣Pada beberapa anak seringkali perkembangan kandung kemihnya terlambat.

2⃣ Kurang memiliki kepekaan bila kandung kemihnya telah penuh.

3⃣Memiliki gangguan ‘hormon antidiuretik’, yaitu hormon yang bertanggungjawab untuk mengontrol jumlah kemih yang diproduksi ginjal pada malam hari.

ketiga hal tersebut InsyaAllah akan semakin baik seiring perkembangan usia mereka.

4⃣ Faktor genetik atau keturunan, walaupun tidak selalu demikian.

5⃣ Gangguan sembelit, stres, dan mengkonsumsi makanan/minuman berkafein juga dapat memperparah kondisi tersebut.

6⃣Adanya infeksi saluran kemih maupun kelainan kandung kemih.

✔️PENANGANAN

Untuk membantu si kecil mengatasi hal ini, tentunya ia butuh bimbingan kita sebagai orangtua. Jangan memarahi anak karena kejadian ini, sebab jika dia merasa tertekan maka kondisi akan semakin parah.

Ada  beberapa langkah yg  dapat kita lakukan untuk membantu anak melewati fase ngompol ini :

Melakukan toilet training sejak dini. Terutama ketika balita sudah mulai bisa berjalan sendiri.

✅Pertama kali minta anak untuk selalu mengatakan pada antunna jika ingin buang air kecil walaupun masih memakai popok.

Lebih baik lagi jika sudah beralih memakai celana dalam semi popok (training pants) , agar  anak merasa tidak nyaman jika celana nya basah dan akhirnya memilih ke kamar mandi.

✅Pahamkan dengan bahasa yg sederhana bahwa jika ingin buang air kecil harus di kamar mandi.

✅Berikan pujian yg selayaknya jika si kecil sudah mulai bisa melakukan arahan antunna.

Kurangi minum sebelum tidur, hindari cokelat, teh, kafein di malam hari

Buang air kecil sebelum tidur

Membangunkan anak di malam hari untuk buang air kecil

#halaman1_ngompol

و الله أعلم بالصواب

➫ Oleh: #dr_Sophia Ummu Ahmad, Telah dikoreksi oleh dr. Agustin Aisyah, Sp. PK, MKes

Publikasi: Selasa, 10 Sya'ban 1437H / 17 Mei 2016.

Channel Telegram:
» bit.ly/Majmuah_Bikum

Website:
» bikum.web.id

Majmu'ah BIKUM

┏━━━━━━━━━━━━━┓
●     INFOKES    ANAK     ●  
┗━━━━━━━━━━━━━┛

Ngompol 
      -bagian.2-

☝️Perlu diketahui juga tahap-tahap perkembangan kandung kemih sesuai dengan usia anak, yaitu :

1⃣ Neonatus,  berkemih  terjadi  secara spontan  dan  merupakan  refleks  medula spinalis.  Bila  jumlah  urin  bertambah,  kandung  kemih  mengembang  dan terjadi  refleks  yang  menimbulkan  kontraksi   dan  relaksasi otot  pada kandung kemih.

2⃣ Usia  1-2  tahun,  kapasitas  kandung  kemih  bertambah  serta maturasi  lobus frontalis  dan  parietalis  otak.  Sehingga  anak  sudah  menyadari  bila  kandung kemih  penuh  tapi  belum  mampu  mengendalikan  miksi.

3⃣  Usia  2,5  tahun,  anak sudah  tahu cara  dan  guna  miksi  sehingga  anak  sudah dapat  mengendalikan  kandung kemih sesuai  tempat  dan  waktu miksi.

4⃣ Usia  3 tahun,  anak akan pergi  ke  kamar  mandi  bila  ingin  miksi  dan sudah dapat  menahan  miksi  dalam  waktu  yang cukup  lama,  terutama  saat bermain dan  biasanya  akan  miksi  sekitar  8-14  kali  /  hari.  Pada  usia  ini usia ini  anak sudah  dapat  mengendalikan  miksi  pada  siang hari,  pada  malam hari  75%  anak usia  3,5 tahun  sudah  tidak  mengalami  nocturnal  enuresis (mengompol).

5⃣ Usia  4,5 tahun,  anak sudah dapat  mengendalikan kandung kemih  secara lengkap.

6⃣ Usia  5 tahun,  anak akan  miksi  sebanyak 5-8 kali  /  hari  dan  akan  menolak miksi  bukan  di tempatnya.

Kapan Kasus ngompol pada anak memerlukan  interfensi medis❓

Menurut terjadinya, ngompol dapat dibagi dua yaitu :

1⃣Enuresis/Ngompol Primer – ngompol yang terjadi pada  bayi dan balita.

▶️ Kebiasaan ngompol primer ini bisa hilang dengan sendiri ketika anak sudah berusia 6 - 7 tahun. Didukung dengan beberapa cara yg telah dipaparkan di awal.

Biasanya anak perempuan akan berhenti mengompol ketika sudah berumur 6 tahun sedangkan anak laki-laki akan berhenti mengompol pada usia 7 tahun.

2⃣Enuresis/Ngompol Sekunder – ngompol yang kembali terjadi setelah sang anak tidak pernah ngompol lagi minimal 6 bulan.

Biasanya ini disebabkan oleh  faktor penyakit. Faktor inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya ngompol sekunder, antara lain:

✅Infeksi saluran kemih

✅ Gangguan metabolisme

✅ Tekanan berlebihan pada kandung kencing. Terutama disebabkan oleh karena gangguan pengeluaran kotoran sehingga akumulasi kotoran pada usus besar akan menekan kandung kencing.

✅ Gangguan saraf tulang
belakang.

✅ Gangguan pada pusat saraf yang mengontrol buang air kecil.

✅ Dan lain-lain

Ngompol sekunder inilah yang memerlukan interfensi Medis.

Bagaimana mendiagnosis penyebab ngompol❓

Umumnya, wawancara lengkap tentang riwayat keluhan yang dialami pasien dan pemeriksaan fisik sudah bisa memberikan gambaran tentang penyebab terjadinya ngompol sekunder.

Akan lebih lengkap lagi bila ditambahkan dengan pemeriksaan urine dan biakan kuman urine. Pada ngompol sekunder kadang diperlukan pemeriksaan radiologi dan laboratorium yang lebih lengkap.

Bagaimana mengobati ngompol sekunder?

Pengobatan ngompol sekunder sangat tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Dengan diobatinya penyakit yang mendasari maka diharapkan gangguan ngompol tidak akan terjadi lagi. Keberhasilan dari pengobatan ini tergantung dari keberhasilan dalam menemukan dan mengobati penyakit yang mendasari tersebut.

Umumnya akan diobati secara rawat jalan. Anak tidak perlu opname di rumah sakit terkecuali enuresis tersebut dipengaruhi oleh penyakit ginjal dan kandung kemih yang serius serta membutuhkan penanganan medis secepatnya

#halaman2_ngompol

و الله أعلم بالصواب

➫ Oleh: #dr_Sophia Ummu Ahmad, Telah dikoreksi oleh dr. Agustin Aisyah, Sp. PK, MKes

Publikasi: Selasa, 10 Sya'ban 1437H / 17 Mei 2016.

Channel Telegram:
» bit.ly/Majmuah_Bikum

Website:
» bikum.web.id

Majmu'ah BIKUM

Rabu, 17 Februari 2016

Masalah Gizi pada Bayi Balita Indonesia

بسم الله الرحمن الرحيم

Masalah Gizi pada Bayi Balita Indonesia
(Bagian 1)
__________________________

1⃣ Angka Anemia Defisiensi Besi (ADB),

☝terutama untuk bayi antara usia 6-12 bulan itu sangat tinggi di Indonesia, yaitu lebih dari 40%.

✅ Sesuai rekomendasi WHO, negara-negara dengan angka ADB di atas 40% harus memiliki program nasional untuk pemberian zat besi,

baik zat besi dalam makanan maupun zat besi dalam bentuk suplemen.

☝Dan penting diketahui ADB bisa menyerang semua bayi, terlepas dari apapun latar belakang ekonominya dan seringkali ADB tidak menunjukkan tanda-tanda fisik yang jelas.

Sumber zat besi yang paling mudah diserap tubuh adalah yang berasal dari protein hewani.
Itu sebabnya protein hewani dalam metode WHO disarankan dikenalkan sejak usia 6 bulan.

✒ dr. Emi Um Khonsa

______________Halaman 1

Majmu'ah BIKUM
بسم الله الرحمن الرحيم

Masalah Gizi pada Bayi Balita Indonesia
(Bagian 2)

Senin. 02 Rabi'ul Awwal 1437H || 14 Desember 2015.
__________________________

Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan masalah defisiensi nutrien tersering pada anak di seluruh dunia terutama di negara sedang berkembang termasuk Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh penderita.

Secara epidemiologi, prevalens tertinggi ditemukan pada akhir masa bayi dan awal masa kanak-kanak diantaranya karena terdapat defisiensi besi saat kehamilan dan percepatan tumbuh masa kanak-kanak yang disertai rendahnya asupan besi dari makanan, atau karena penggunaan susu formula dengan kadar besi kurang.

Selain itu ADB juga banyak ditemukan pada masa remaja akibat percepatan tumbuh, asupan besi yang tidak adekuat dan diperberat oleh kehilangan darah akibat menstruasi pada remaja puteri.

Data SKRT tahun 2007 menunjukkan prevalensi Angka kejadian anemia defisiensi besi (ADB) pada anak balita di Indonesia sekitar 40-45%.

Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 menunjukkan prevalens ADB pada bayi 0-6 bulan 61,3 %,  bayi 6-12 bulan 64,8 % dan anak balita 48,1%.

Fungsi zat besi adalah:

✅ Berperan dalam pertumbuhan sistem saraf anak, terutama dalam periode emas (0-2 tahun)
membantu perkembangan kognitif dan konsentrasi  saat sekolah dan bermain
berperan dalam peningkatan tinggi dan berat badan
meningkatkan nafsu makan
meningkatkan kekebalan tubuh

☝Apabila ingin mengetahui persis apakah bayi kurang zat besi atau tidak, sebaiknya melakukan pemeriksaan hemoglobin, kadar zat besi (MCV atau ferritin). Berkonsultasi dengan dokter yang menangani tentu saja akan lebih baik.

Penyebab defisiensi besi menurut umur.

Bayi kurang dari 1 tahun

1.Cadangan besi kurang, a.l. karena bayi berat lahir rendah, prematuritas, lahir kembar, ASI ekslusif tanpa suplementasi besi, susu formula rendah besi.

2. Pertumbuhan cepat dan anemia selama kehamilan.

3. Alergi protein susu sapi

➡ Anak umur 1-2 tahun

1. Asupan besi kurang akibat tidak mendapat makanan tambahan atau minum susu murni berlebih.

2. Obesitas.

3. Kebutuhan meningkat karena infeksi berulang / kronis.

4. Malabsorbsi.

↪Anak umur 2-5 tahun

1. Asupan besi kurang karena jenis makanan kurang mengandung Fe jenis heme atau minum susu berlebihan.

2. Obesitas.

3. Kebutuhan meningkat karena infeksi berulang / kronis baik bakteri, virus ataupun parasit).

4. Kehilangan berlebihan akibat perdarahan (divertikulum Meckel / poliposis dsb).

▶Anak umur 5 tahun-remaja

1. Kehilangan berlebihan akibat perdarahan(a.l infestasi cacing tambang) dan,

2. Menstruasi berlebihan pada remaja puteri.

Menangani anemia defisiensi besi

Penanganan anak dengan anemia defisiensi besi yaitu:

1. Mengatasi faktor penyebab.

2. Pemberian preparat besi

Dapat diberikan secara oral berupa besi elemental dengan dosis 3 mg/kgBB sebelum makan atau 5 mg/kgBB setelah makan dibagi dalam 2 dosis.

Diberikan sampai 2-3 bulan sejak Hb kembali normal
Pemberian vitamin C 2X50 mg/hari untuk meningkatkan absorbsi besi.

Pemberian asam folat 2X 5-10 mg/hari untuk meningkatkan aktifitas eritropoiesis
Hindari makanan yang menghambat absorpsi besi (teh, susu murni, kuning telur, serat) dan obat seperti antasida dan kloramfenikol.
Banyak minum untuk mencegah terjadinya konstipasi (efek samping pemberian preparat besi).

Pemberian zat besi pada bayi ASI.

Dosis dan lama pemberian.

Bayi berat lahir rendah < 2500 gr* dosis : 3 mg/kgBB dari usia 1 bulan hingga 2 tahun, setiap hari.

Bayi cukup bulan* dosis : 2 mg/kgBB dari usia 4 bulan hingga2 tahun, setiap hari.

Usia  2-5 tahun dosis : 1 mg/kgBB, dua kali.
perminggu, selama 3 bulan berturut-turut setiap tahun
usia > 5-12 tahun dosis : 1 mg/kgBB dua kali .

Perminggu selama 3 bulan berturut-turut.
usia 12-18 tahun dosis : 60 mg/hari, dua kali perminggu selama 3 bulan berturut-turut.

Dosis maksimum untuk bayi: 15 mg/hari, dosis tunggal.

Efek samping pemberian zat besi adalah konstipasi, karena itu sering kali disarankan setelah pemberian makan buah (yang mengandung vit C, yang dapat mengatasi efek samping dan memperbaiki penyerapan zat besi)
bila bayi atau anak sedang mengalami penyakit kronis atau infeksi disarankan untuk tidak mengkonsumsi zat besi.

Dosis zat besi Sumber : Satgas ADB PP IDAI , WHO

✒ dr. Emi Um Khonsa

______________Halaman 2

bit.ly/Majmuah_Bikum

Majmu'ah BIKUM

      ~بسم الله الرحمن الرحيم~

Senin, 16 Rabi' Al Awwal 1437H / 28 Desember 2015.

              Majmu'ah BIKUM
{Berbagi Info Kesehatan Untuk Muslimah}

                  

Masalah Gizi pada Bayi Balita Indonesia
                (Bagian 3)
__________________________

Masalah kedua adalah :

2⃣. Angka bayi/balita stunting atau pendek di Indonesia sangat tinggi.

Berdasarkan statistik UNICEF dan Kementerian Kesehatan, sepertiga bayi/balita di Indonesia (angka pastinya sekitar 35,6%) mengalami stunting atau bayi pendek. Oleh karena kasus tingginya angka ini, sampai-sampai lembaga internasional seperti UNICEF dan Uni Eropa tahun lalu membuat kerjasama khusus untuk membantu menekan angka stunting di Indonesia.

Apa efek dari bayi stunting?

Bayi/balita yang mengalami stunting memiliki potensi tumbuh kembang yang tidak sempurna, kemampuan motorik rendah, mempunyai produktivitas yang rendah dan memiliki risiko untuk menderita penyakit tidak menular.

Kalau kita ambil data dari WHO, sepertiga anak Indonesia yang mengalami stunting itu, pada umur 5 bulan sudah kekurangan tinggi badan sekitar sekitar 7 cm. Dan pada umur 17 tahun dia sudah kehilangan hampir 14 cm. Rata-rata penyebab stunting adalah standar pemberian asupan yang kurang tepat, termasuk pemberian MPASI yang tidak memenuhi salah satu elemen penting pertumbuhan yaitu: protein.

Penting diketahui,  bahwa protein untuk bayi di bawah 1 tahun menyumbang 60-75% terhadap proses pertumbuhan? Jadi, akan sangat berpengaruh jika protein terlambat diberikan. Berdasarkan fakta-fakta di lapangan inilah maka AIMI mensupport pemerintah untuk mengedukASI pemberian MPASI dengan metode WHO.

Karena salah satu cara untuk memperbaiki angka-angka statistik di atas adalah dengan fokus pada edukASI pemberian asupan yang benar dalam 1000 hari pertama kehidupan anak sesuai program pemerintah “Gerakan Nasional Sadar Gizi” .

Dalam program ini meliputi pemberian ASI hingga dua tahun dan pemberian MPASI yang benar.

والله أعلم بالصواب.

〰〰〰〰〰〰〰〰
✔dr. Emi Um Khonsa, Telah dikoreksi oleh dr. Agustin Aisyah, Sp. PK, M. Kes

bit.ly/Majmuah_Bikum

Majmu'ah BIKUM

      ~بسم الله الرحمن الرحيم~

Kamis, 19 Rabi' Al Awwal 1437H / 31 Desember 2015.

              Majmu'ah BIKUM
{Berbagi Info Kesehatan Untuk Muslimah}

                  

Masalah Gizi pada Bayi Balita Indonesia
                (Bagian 4)
__________________________

Berikut adalah panduan pemberian MPASI menurut WHO , menurut dokumen FB AIMI.

✔Panduan Umum WHO tentang MPASI.

Poin-poin penting Infant and Young Child Feeding dari WHO terbagi atas 7 aspek: Age, Frequency, Amount, Texture, Variety, Active/Responsive dan Hygiene. Mari kita bahas bersama-sama setiap aspeknya berikut ini.

▶ 1. AGE atau USIA:

MPASI diberikan pada saat yg tepat, yaitu usia 6 bulan. Jika MPASI diberikan sebelum usia 6 bulan resikonya antara lain adalah sebagai berikut:

Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi kurang dari 6 bulan belum sempurna.

Pemberian MPASI dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman, apalagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan ASI Eksklusif.

Menyulitkan ibu mempertahankan produksi ASI karena bayi yang sudah mendapatkan MPASI biasanya akan berkurang kebutuhan menyusunya.

Saat bayi berumur 6 bulan keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bulan.

Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan. Saat bayi berumur kurang dari 6 bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan
terjadi alergi.

Pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan akan mencegah potensi obesitas pada anak

Menunda pemberian MPASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sari-sari makanan yg belum sempurna. Pada beberapa kasus yg ekstrim ada juga yg perlu tindakan bedah akibat pemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bulan.

☝Kalau MPASI diberikan terlambat resikonya: bayi tidak mendapat cukup nutrisi untuk pertumbuhan, tumbuh kembang lebih lambat lambat, malnutrisi dan defisiensi gizi seperti zat besi.

▶ 2. FREQUENCY atau FREKUENSI:

Perhatikan frekuensi pemberian MPASI. Di awal mulai makan (umur 6 bulan),1-2 kali makan /hari. Lalu ditambah jadi 2-3 kali makan plus 1-2 kali makanan ringan. Sejak umur 9 bulan berikan 3 kali makan dan 2 kali selingan makanan ringan. Umur 1 tahun ke atas, berikan 3-4 kali makan dan 2 kali selingan.

▶ 3. AMOUNT atau JUMLAH:

Jumlah makanan tentu harus diperhatikan. Saat baru mulai makan, mulai dgn sesuai selera bayi, lalu tingkatkan secara bertahap.Umur 6 bulan mulai dengan 2-3 sendok makan setiap kali makan. Perhatikan petunjuk yang diberikan bayi Anda untuk tahu kapan harus menurunkan atau meningkatkan porsi.

Tingkatkan secara bertahap sampai setengah mangkok ukuran 250 ml utk usia 6-9 bulan. Setelah umur 1 tahun, porsi rata-rata 1 mangkok ukuran 250 ml.

والله أعلم بالصواب.

〰〰〰〰〰〰〰〰
✔dr. Emi Um Khonsa, Telah dikoreksi oleh dr. Agustin Aisyah, Sp. PK, M. Kes

bit.ly/Majmuah_Bikum

Majmu'ah BIKUM

Selasa, 16 Februari 2016

Mengenal Masalah Gigi pada Balita & Pencegahannya

Mengenal Masalah Gigi pada Balita & Pencegahannya

Masalah gigi yang sering ditemukan pada balita diantaranya:

1. Karies gigi dan rampan karies

Disebabkan oleh:

a. Kebiasaan anak minum susu botol hingga tertidur  

b. Konsumsi makanan & minuman yg mengandung gula maupun asam.

Sisa makanan dan minuman manis akan mudah lengket pada permukaan gigi, berakibat gigi berlubang/karies.

Sedangkan yang mengandung asam akan berakibat erosi gigi atau kehilangan jaringan gigi tanpa melalui proses karies.

2. Tumbuhnya gigi yg jarang/mempunyai jarak (diastema)

Sering terlihat pada gigi sulung bagian depan (anterior). Ini biasanya disebabkan adanya proses karies di antara gigi bagian proksimal.

3. Karang gigi yg menempel pada permukaan gigi dekat dengan gusi.

Sebaiknya dilakukan pembersihan secara berkala. Kalau tidak, maka akan menimbulkan masalah pada gusi dan jaringan di sekitarnya contohnya gingivitis, yaitu peradangan gusi yang mempermudah gusi berdarah.

4. Tonggos

Sering disebabkan oleh kebiasaan mengisap ibu jari, pemakaian empeng.

Tips merawat kesehatan gigi & mulut anak

Saat bayi belum memiliki gigi, bersihkan selalu permukaan gusi & lidah dengan menggunakan kain berbahan lembut atau kasa steril, ataukah menggunakan sikat gigi khusus untuk bayi. Lakukan setiap pagi dan malam sebelum bayi tidur.

Jika gigi mulai tumbuh (erupsi), maka perawatan selanjutnya adalah menggunakan sikat gigi berbulu lembut sesuai usia anak.

Cara menggosok gigi yang benar adalah secara perlahan dari atas ke bawah, lalu dari bawah ke atas dengan sedikit memutar. Odol yang digunakan sebaiknya khusus yang buat anak-anak. Dengan melatih sejak dini, maka anak akan terbiasa membersihkan gigi secara teratur.

Sebaiknya hindarkan penggunaan empeng pada anak

Jika minum susu botol segera dihabiskan, tidak "ngedot" berlama-lama saat menghabiskan susu. Jika memungkinkan saat anak usia 2 tahun atau lebih latih anak minum susu menggunakan gelas, untuk mengalihkan penggunaan dot

Mengonsumsi makanan yg mengandung kalsium & flour,  berperan penting dalam pertumbuhan tulang dan gigi.

makanan yg baik lainnya, antara lain susu, keju, dan yoghurt.

juga yg mengandung banyak serat, vitamin & mineral.

Jika ada kebiasaan orangtua memberikan ceker ayam pada anaknya yang masih dalam taraf pertumbuhan gigi, hal ini boleh dilakukan, dengan maksud menggigit ceker ayam yang mengandung nutrisi, akan merangsang pertumbuhan dan perkembangan rahang secara optimal.

●Keterangan :

Rampan, dari kata inggris 'rampant caries'. Arti harfiah 'merajalela'.
Jadi rampan karies itu karies yang hampir mengenai semua gigi.
Gigi 'gigis' kalau dalam bahasa jawa.

و الله أعلم بالصواب

# Oleh: dr Mujahidah Husna

⏳Publikasi: Selasa, 7 Jumadil Awwal 1437H / 16 Februari 2016.

Channel Telegram:
» bit.ly/Majmuah_Bikum

Website:
http://bikum.web.id/2016/02/16/%f0%9f%8d%a5mengenal-masalah-gigi-pada-balita-pencegahannya/

Majmu'ah BIKUM

Senin, 28 Desember 2015

Kiat Konsumsi Obat Untuk Ibu Menyusui

☑☑☑☑☑

بسم الله الرحمن الرحيم.

Sabtu, 07 Rabi' Al Awwal 1437H || 19 Desember 2015.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

KIAT KONSUMSI OBAT UNTUK IBU MENYUSUI .

Minum obat pada masa kehamilan dan menyusui merupakan masalah yang sering dihadapi oleh kaum ibu karena berkaitan dengan keamanan obat bagi janin ataupun bayi.

☝Namun terdapat perbedaan minum obat antara kehamilan dan menyusui. Tidak semua obat yang dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil dilarang pula digunakan
selama masa menyusui.

Pada masa kehamilan lebih banyak obat yang diwaspadai atau tidak boleh digunakan. Hal ini dikarenakan pada masa kehamilan terdapat fase penting yaitu pembelahan sel kemudian pembentukan organ.
Jadi keamanan obat untuk kehamilan ditentukan indeks keamanannya berupa kategori sebagai berikut : A, B, C , D dan X ( lebih jelas sudah ada pada artikel BIKUM yang terdahulu).

Sedangkan pengelompokan kategori keamanan obat khusus pada masa menyusui tidak ada. In syaa Allah hampir sebagian besar obat aman ketika  digunakan selama masa menyusui. Hal ini disebabkan ASI akan mengandung sedikit sekali
obat-obatan yang sedang diminum ibu. Jadi ibu tidak perlu khawatir berlebihan apabila harus meminum obat tertentu.

⚠Namun ada juga beberapa obat yang tidak boleh dikonsumsi ibu menyusui antara lain :

✔1. Obat kanker dan obat radioaktif

✔2. Obat yang tidak boleh diminum oleh bayi dan anak kecil, maka untuk ibu menyusui juga harus dihindari

✏Contoh :

~ Kloramfenikol  menyebabkan sindroma grey.

~ Tetrasiklin menyebabkan perubahan warna gigi menjadi kekuningan.

~ Siprofloksasin menghambat pertumbuhan tulang rawan.

~ Antalgin menyebabkan anemia aplastik.

✔3. Obat  yang bersifat hepatotoksik (toksik pada hati) atau nefrotoksik (toksik pada ginjal),
maka khusus untuk bayi yang mengalami kelainan hati atau ginjal apabila ibunya sakit penggunaannya dihindari.

✏Contoh : antibiotik golongan aminoglikosida.

PRINSIP KONSUMSI OBAT SELAMA MENYUSUI

✋Pemberian ASI janganlah dihentikan karena ASI merupakan makanan bayi terbaik.

Konsultasikan penyakit anda kepada dokter apalagi sakit yang memerlukan obat keras. Sampaikan bahwa anda sedang menyusui karena dokter yang akan memilihkan obat yang tidak berbahaya bagi bayi.

Untuk sakit ringan seperti flu dan sakit kepala, obat yang ada di pasaran insya Allah aman. Apabila gejala tidak terlalu berat kurangilah frekuensi minum obat.
Misal; untuk sakit kepala minum dosis 3 x sehari bisa dikurangi menjadi 1 atau 2 x sehari.

Untuk obat keras yang biasa diresepkan dokter seperti antibiotik, obat hipertensi, obat diabetes, dan semacamnya,
✋janganlah mengurangi dosis sendiri.
Tetaplah minum sesuai aturan pakai. Apalagi antibiotik diharuskan minum teratur dan dihabiskan sesuai jumlah yang anjurkan.

Perhatikan reaksi yang mungkin dialami bayi Anda, termasuk di antaranya; nafsu makan menurun, diare, sulit tidur, rewel, muntah, atau ruam kemerahan pada kulit. Apabila terjadi demikian konsultasikan kembali ke dokter atau apoteker anda.

والله أعلم بالصواب.

✒ Lathifah Um Fakhri, S. Si, Apt.

bit.ly/Majmuah_Bikum

Majmu'ah BIKUM

telegram.me/thibbunnabawy

Kamis, 10 Desember 2015

Apakah Sebenarnya Penyakit Vlek Ini?

⚠ Salah Kaprah pada "Vlek"

     Apakah sebenarnya penyakit Vlek ini?❓

Sering kita mendengar orangtua bercerita, Anak saya terkena flek (Vlek?)  Jika dilakukan suatu survey sederhana yang menanyakan siapa yang putra/putrinya pernah terkena vlek, maka tidak sedikit yang mengiyakan.

Dalam rujukan literatur medis, tidak pernah dikenal penyakit yang namanya Vlek.

Mengapa istilah yang tidak ada rujukannya ini demikian popular?❓

Pasien yang didiagnosis sebagai Vlek  hampir pasti memperoleh pengobatan berupa obat anti tuberculosis (TB). Dengan kata lain, yang disebut sebagai Vlek ini adalah penyakit TB.

Mengapa dokter enggan menyebut secara jujur bahwa pasien terkena TB?❓ 

Ini mungkin terkait dengan karakter masyarakat kita yang cenderung memperhalus kata-kata yang dianggap merupakan kondisi yang memalukan atau merupakan stigma yang kurang baik dalam masyarakat.

Tuberkulosis atau TB dahulu dikenal sebagai TBC atau penyakit tiga huruf yang pada beberapa dekade lalu merupakan penyakit menular dan mematikan, sehingga pasiennya harus dikarantina di tempat tersendiri yang diberi nama sanatorium.

Mengapa sampai dipilih kata Vlek ini untuk menggantikan penyakit tuberkulosis? ❓

Kata Plek/Vlekken dari bahasa Belanda berarti "spot" dalam bahasa Inggris atau dalam bahasa Indonesia berarti "bercak". Hal ini kemungkinan mengacu pada penampakan bercak-bercak atau infiltrat pada foto Rontgen pasien TB. 

Sebenarnya timbulnya bercak atau infiltrat pada foto Rontgen paru bukan spesifik milik penyakit TB namun dapat terjadi pada penyakit lainnya seperti pneumonia (radang paru akut) oleh berbagai macam penyebab baik virus, bakteri atau jamur.

✒.............✒................✒

Lebih Jauh tentang Tuberkulosis (TB) pada Anak.

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan melalui udara. Anak biasanya tertular TB dari orang dewasa yang sakit TB dan berkontak erat dengannya. Pasien TB yang paling mudah menularkan adalah yang pemeriksaan dahaknya positif mengandung kuman TB.

⤵Adanya sumber penularan baik di dalam atau sekitar rumah juga di lingkungan terdekat lainnya misalnya di taman bermain, sekolah, tempat les; merupakan faktor risiko anak terkena TB.

⛵Gejala sakit TB pada anak agak berbeda dengan gejala TB pada orang dewasa. Jika pada orang dewasa gejala batuk darah atau batuk lama merupakan gejala utama, pada anak gejala tersering adalah demam lama yang tak kunjung sembuh. Anak juga sering mengalami kesulitan menaikkan berat badan atau bahkan mengalami penurunan berat badan.

Batuk pada anak yang patut dicurigai sebagai gejala TB adalah batuk yang terjadi terus-menerus selama paling sedikit 2 minggu, tidak pernah reda, bahkan cenderung makin memberat. Intensitas batuk biasanya tidak berbeda antara siang dan malam.

⛵Harus dibedakan antara batuk pada TB dengan batuk yang terkait alergi yang juga sering dialami oleh anak dengan adanya riwayat alergi pada keluarga. Batuk alergi lebih bersifat hilang-timbul, biasanya timbul jika ada pencetus, malam atau dini hari lebih berat daripaa di siang hari.

Batuk terkait alergi ini dapat mereda dengan atau tanpa pengobatan. Pada TB, anak cenderung kurang aktif dibandingkan temannya sedangkan pada alergi biasanya anak tetap aktif seperti biasa.
 

Bagaimana dokter mendiagnosis TB pada anak?❓

Diagnosis TB pada anak lebih sulit dibandingkan pada dewasa, karena gejalanya terkadang kurang khas dan anak belum dapat sepenuhnya mengeluarkan dahak untuk diperiksakan.

Oleh sebab itu dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk membantu menegakkan diagnosis TB pada anak. Setelah mengumpulkan keterangan perjalanan penyakit dan melakukan pemeriksaan fisis, pemeriksaan yang sangat penting untuk membuktikan bahwa anak sudah terinfeksi TB adalah uji tuberkulin yang disebut dengan uji Mantoux (Mantoux test).

Jika uji tuberkulin tidak tersedia maka alternatif pemeriksaan untuk membuktikan adanya infeksi adalah pemeriksaan darah yang disebut dengan IGRA (Interferon gamma release assay)-TB.
Pemeriksaan penting lainnya adalah pemeriksaan Rontgen dada. Pada kondisi tertentu misalnya; didapatkan benjolan kelenjar pada daerah leher maka dokter akan melakukan biopsy/pengambilan contoh jaringan pada benjolan yang membesar tersebut. Semua informasi mulai dari riwayat penyakit, pemeriksaan fisis termasuk penelurusan pertumbuhan melalui kurva berat badan, uji Mantoux, Rontgen serta pemeriksaan tambahan lainnya akan menjadi dasar penegakan diagnosis TB.

Jika diagnosis TB sudah ditegakkan maka anak harus minum obat anti TB selama 6 bulan. Pada kondisi TB yang berat misalnya sampai mengenai selaput otak maka pengobatan berlangsung sampai 12 bulan. Obat diminum setiap hari, dan ada obat yang menyebabkan air kemih berwarna oranye-kemerahan.

⛅Biasanya gejala membaik pada 1-2 bulan pertama, namun harus ditegaskan bahwa pengobatan yang tidak tuntas atau putus berobat dapat mengakibatkan kekambuhan dalam bentuk yang lebih berat.
 

Pentingnya Meluruskan Istilah Vlek

Mengapa istilah Vlek ini sebaiknya tidak lagi digunakan dan harus diluruskan menjadi sakit TB ?❓

✔ Pertama tentu karena tidak ada rujukannya maka kita harus mengembalikan ke pilihan kata yang benar.  Bisa dibayangkan jika kebetulan orangtua berkomunikasi dengan dokter di luar negri misalnya maka mereka akan kesulitan memahami penyakit Vlek ini, sedangkan penyakit Tuberkulosis dikenal oleh seluruh dokter di belahan dunia mana pun. Kedua, orangtua yang tidak dijelaskan bahwa Vlek adalah TB menjadi kurang pemahaman bahwa : penyakit TB adalah menular sehingga harus dicari siapa sumber penularan dan siapa yang sudah atau berpotensi tertular.

Penyakit TB adalah penyakit yang dapat mengenai seluruh organ tubuh, termasuk otak, tulang, hati dan usus serta dapat menyebabkan kematian. Pengobatan TB harus tuntas dan sampai sembuh, sehingga orangtua harus memahami pentingnya keteraturan minum obat.

Apa yang harus dilakukan jika dokter menyatakan putra Anda terkena Vlek? ❓

✔Penting untuk orangtua melakukan konsultasi mendalam dengan dokter mengenai apakah yang dokter maksudkan vlek adalah sakit TB, lalu dapat dikomunikasikan mengenai alasan mengapa sampai terdiagnosis TB berdasarkan pemeriksaan yang sudah dilakukan seperti hasil uji Mantoux yang positif dan hasil Rontgen yang menunjang ke arah TB.

☝Orangtua harus membantu mengidentifikasi sumber penularan serta kemungkinan masih berlangsungnya transmisi kuman dan adanya anak lain dalam rumah yang mungkin juga tertular.

Dengan cara seperti ini maka penanggulangan TB akan dapat menurunkan angka pasien TB di Indonesia. 

✒Dr. Nastiti Kaswandani, SpA(K)

Ketua UKK Respirologi PP-IDAI

Staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM.

Dipublikasikan:
Senin,  11 SHAFAR 1437 H / 23 NOVEMBER  2015 M .

Majmu'ah BIKUM

https://telegram.me/Majmuah_Bikum (wanita)
https://telegram.me/thibbunnabawy (laki²)
➖chanel telegram tidak ada sesi tanya jawab➖

Senin, 30 November 2015

Tips dan Cara Aman Mengatasi Demam Pada Bayi dan Balita Anda

✅Tips dan Cara Aman Mengatasi Demam Pada Bayi dan Balita Anda

—

Demam memang bukan suatu penyakit, tetapi menunjukkan gejala suatu penyakit. Misalnya karena batuk, pilek, radang tenggorokan,diare, infeksi lain pada saluran pencernaan, dan infeksi saluran pernafasan. Sebagian besar orang tua cepat panik jika anaknya ( terutama balita ) mengalami demam.

Demam memang bukan suatu penyakit, tetapi menunjukkan gejala suatu penyakit. Misalnya karena batuk, pilek, radang tenggorokan,diare, infeksi lain pada saluran pencernaan, dan infeksi saluran pernafasan. Sebagian besar orang tua cepat panik jika anaknya ( terutama balita ) mengalami demam

☝️Anda harus ingat bahwa demam merupakan mekanisme tubuh melawan suatu penyakit atau infeksi yang biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, dan sebagainya. Anak dikatakan demam apabila suhu tubuhnya diatas ambang normal ( lebih dari 37,2 derajat celsius ). Demam ini tampak bahwa suhu tubuh sedikit lebih panas dari biasanya dan kadang-kadang disertai badan menggigil.

❄️Infeksi pada anak biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri. Contoh adanya demam saat anak menderita flu atau pilek.Adanya virus ini, tubuh anak secara alami melakukan perlawanan. Antibiotik tidak dapat membunuh virus, jadi antibiotik bukanlah obat flu. Anda tidak perlu memberikan antibiotik pada anak yang demamnya disebabkan oleh virus atau karena sakit flu.

Dalam kasus-kasus umum, suhu tubuh panas akan membantu mencegah penyebaran virus.

Jika memang suhu tubuh Anak Anda masih dibawah 39 derajat celsius, tidak kejang, anak tidak terlalu rewel, dan tidak terjadi muntah.

Tips Menangani Demam pada Anak

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak demam sebagai berikut :

Memantau suhu tubuh secara berkala menggunakan termometer khusus untuk anak.

Memberi cairan dalam jumlah cukup kepada anak untuk menghindari dehidrasi.

Mengkomsumsi gizi seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh anak.

Memperhatikan sirkulasi ruangan, agar tidak pengap.
Memberi obat penurun demam, bila suhu anak melebihi 38 derajat celsius. Apabila suhu tubuhnya sudah normal, pemberian obat dihentikan.

Mengompres anak dengan air hangat, terutama bila suhu tubuh anak mencapai 39 derajat celsius.Kompres bisa diletakkan di dahi, perut, atau lipatan ketiak serta paha.Air hangat membuat pembuluh darah tepi di kulit melebar dan membuka pori-pori tubuh.sehingga lebih cepat terjadi penguapan.
Mengenakan anak baju yng menyerap keringat.Apabila anak menggigil, anak diselimuti, tetapi segera dilepaskan kembali bila menggigilnya hilang.

Segera membawa anak ke dokter, apabila demam tidak segera turun.

https://telegram.me/infosehatkita

Sabtu, 21 November 2015

Kenapa Harus ASI?

Kenapa HARUS ASI?

Allah berfirman :
“Para ibu hendaklah menyusui anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan…..” (al Baqarah : 233)

Bayi yang diberi ASI akan lebih sehat danmencapai pertumbuhan serta perkembangan yang optimal bila dibandingkan dengan bayi yang diberikansusu formula.

⚠️✅Jika sebagian besar bayi usia 0-6 bulan hanya diberi ASI -artinya hanya ASI dan tidak ada cairan lain atau makanan lainnya, bahkan tidak juga air- maka diperkirakan paling sedikit 1,2 juta nyawa anak dapat diselamatkan setiap tahunnya.

✅Jika bayi terus diberikan ASI sampai usia dua tahun atau lebih, kesehatan dan perkembangan jutaan anak akan meningkat secara bermakna.

❌Anak yang tidak diberi ASI, memiliki risiko yang semakin meningkat untuk sakit, dan dapat menghambat pertumbuhan bahkan meningkatkan risiko mati atau cacat.

Bayi yang disusui akan menerima perlindungan (kekebalan)  terhadap berbagai penyakit melalui air susu ibunya.

✔️Menyusui adalah cara alamiah yang direkomendasikan untuk diberikan kepada semua anak, walaupun makanan buatan dapat dibeli, air bersih tersedia, lingkungan yang bersih dan baik untuk menyiapkan dan memberi susu formula tersedia.

☝️Jika seorang ibu menderita HIV positif, terbuka kemungkinan menularkan penyakit tersebut kepada bayinya melaluiASI.
✅Konseling dapat membantu ibu tersebut untuk mempertimbangkan berbagai risiko dalam mengambil keputusan, makanan apa yang paling baik untuk bayinya.

✔️✔️✔️Hampir setiap ibu dapat memberikan ASI.
☝️Bagi ibu yang kurang yakin bisa menyusui, memerlukan dorongan dan dukungan praktis yang positif dari suami,keluarga, teman-teman dan saudara-saudaranya.

Petugas kesehatan, kader, organisasi perempuan dan pimpinan usaha juga dapat membantu.
✅Setiap orang berhak untuk memperoleh informasi tentang keuntungan menyusui dan ❌risiko ❌dari pemberian makanan buatan sebelum waktunya.
✔️Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan informasi ini.
Masyarakat, media dan saluran komunikasi lainnya dapat memainkan peran penting untuk mempromosikan ASI.

Sumber : _______ 2010, Penuntun Hidup Sehat, Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Jakarta

Wa.INKES
https://telegram.me/infokesehatankita

Jumat, 20 November 2015

Mengenal Makanan dan Minuman yang Melancarkan BAB Si Kecil

Mengenal Makanan dan Minuman yang Melancarkan BAB Si Kecil

—

BAB merupakan singkatan dari buang air besar, hal ini merupakan satu cara pembuangan sisa-sisa makanan dari dalam tubuh anak-anak maupun semua orang.

Makananan dan Minuman yang dapat melancarkan BAB dapat dilihat berikut ini.

Pada bayi dan anak-anak, kapasitas dan intensitas BAB berbeda-beda tergantung asupan makanan dan juga faktor lainnya. Pada bayi dengan komsumsi ASI Ekslusif, bisa jadi BAB akan sangat lancar sampai kadangkala orangtua merasa khawatir bayinya terserang diare. ASI mengandung zat pencahar sehingga membuat pencernaan bayi bekerja dengan baik dan lancar. Sedangkan pada bayi dengan komsumsi susu formula BAB-nya lebih padat. Sejauh bayi dan anak tidak merasa sakit dan tetap nyaman, BAB dua kali sehari ataupun dua hari sekali tetaplah normal. Menjadi tidak normal apabila BAB memiliki bentuk lembek cenderung cair yang mengarah pada diare atau BAB sulit dikeluarkan yang mengarah pada sembelit.

Makananan dan Minuman yang dapat melancarkan BAB dapat dilihat berikut ini.

ASI pada bayi.
Buah-buahan pada bayi di atas usia 6 bulan sampai seterusnya.
Minum air putih minimal 1,5 liter per hari
Sayuran hijau bagi bayi di atas usia 6 bulan sampai seterusnya.
#Gerak tubuh pada bayi, dan anak disesuaikan dengan usia masing-masing.

Demikian informasi singkat tentang masalah BAB, dan makanan dan minuman yang dapat melancarkan BAB, khususnya pada bayi dan anak, semoga membantu

https://telegram.me/infosehatkita

Kamis, 19 November 2015

Perawatan Bayi Prematur

بسم الله الرحمن الرحيم

Perawatan Bayi Prematur


     Bayi prematur atau neonatus kurang bulan (NKB) adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu, sedangkan bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat kurang dari 2500 gram.

Dengan demikian, BBLR dapat terjadi pada prematur atau bayi cukup bulan.
Bayi prematur maupun BBLR mempunyai risiko untuk mengalami hipotermia atau suhu tubuh dibawah 36,50 C (pada pemeriksaan suhu di ketiak). Hipotermia sangat berbahaya karena hipotermia bisa menyebabkan kesakitan hingga kematian.

Penyebab Hipotermia

✔Bayi prematur lebih berisiko mengalami hipotermia karena :

➖lemak coklat ditubuhnya belum ada / sangat sedikit. Lemak coklat ini terbentuk pada akhir kehamilan trimester ketiga dan berfungsi dalam menghasilkan energi pada saat bayi kedinginan.

➖Faktor risiko hipotermia lain pada bayi prematur adalah jaringan di bawah kulit yang masih tipis dan imatur (belum matang), sehingga kulit terlihat tipis, transparan, dan tidak dapat melindungi tubuh dari dingin secara optimal.

➖Belum lagi, bayi prematur belum mempunyai kemampuan untuk menghangatkan tubuhnya dengan jalan menggigil, posisi frog position (katak), sehingga bayi tidak bisa merangkul atau midline position saat kedinginan dan cadangan gula yang tidak memadai di tubuhnya.

✔Hipotermia dapat terjadi melalui proses-proses sebagai berikut:

➖konveksi (hembusan aliran angin dingin ke tubuh bayi),

➖radiasi (temperatur udara sekitar yang dingin),

➖konduksi (alas tempat tidur yang dingin), dan

➖evaporasi (tubuh bayi yang lembab karena diliputi air seperti habis mandi).

☝Dengan mengetahui keadaaan tersebut, kita sadari bahwa memandikan bayi prematur dapat menyebabkan hipotermia. Bayi prematur yang baru lahir biasanya tidak dimandikan segera, tetapi dapat ditunda hingga beberapa hari kemudian saat keadaan umumnya telah stabil. Selama tali pusat belum lepas, sebaiknya bayi diseka dan tidak dicelupkan ke dalam bak mandi. 

Berikut ini adalah langkah-langkah memandikan bayi prematur:

1⃣. Siapkan perlengkapan mandi di dekat bak mandi dan ajak ayah atau anggota keluarga lain untuk menolong.

2⃣. Jaga suhu ruangan tidak terlalu dingin maupun hangat (suhu ruangan 24-270 C), tutup jendela dan sebaiknya tidak ramai/berisik dan ajak bicara bayi dengan suara lemah lembut mengenai langkah-langkah yang akan dilalui seperti membuka baju, menyelupkan badan dan lain-lain.

3⃣. Siapkan air hangat, periksa dengan siku ibu sebaiknya air tidak terasa panas ataupun dingin. Beberapa kepustakaan menganjurkan temperatur air mandi menyerupai suhu tubuh bayi (98,60 F) yaitu berkisar antara 99-1000 F (37,2-37,70C), bila menggunakan termometer untuk air.

4⃣. Buka baju bayi secara perlahan dengan memantau keadaan bayi, bila bayi merasa tidak nyaman mereka akan menguap, mengangkat tangan disertai membuka jari-jarinya, dan menangis. Sebaiknya kita menghentikan tindakan tersebut dan menunggu hingga bayi kembali ke posisi semula. Setelah semua baju terlepas hangatkan bayi dengan menyelimutinya/membedong secara longgar.

5⃣. Celupkan bayi secara perlahan ke dalam bak mandi dengan memegang kepala-bahu dan ke dua kaki bersama selimut atau bedongnya. Jaga kepala berada di atas air dengan memegang dasar kepala dan bahu sedangkan badan serta kaki terendam di air.
Gunakan tempat duduk khusus untuk bak mandi ataupun alas anti licin. Perhatikan apakah bayi menunjukkan tanda tidak nyaman seperti di atas.

6⃣. Buka dan angkat selimut atau bedong dari dalam air. Bersihkan wajah tanpa sabun, bersihkan masing-masing mata dengan kapas yang berbeda dan telah dicelup di air bersih dengan gerakan arah dalam ke luar.

7⃣. Sabuni bayi dari bagian atas tubuh ke arah bawah, perhatikan daerah lipatan seperti leher, siku, lutut, dan lain-lain.

8⃣. Bilas dengan air bersih, angkat bayi dalam perlekatan kulit dan segera keringkan menggunakan handuk yang telah dihangatkan, kembali perhatikan daerah lipatan. Jangan lupa mengeringkan telinga dengan menggunakan handuk yang sama atau handuk kering lainnya.
9⃣. Bila bayi teraba dingin dapat dihangatkan dengan meletakannya di dada ibu dan dilakukan perlekatan antara kulit ibu dan bayi dengan Perawatan Metode Kanguru (PMK).
→Lihat gambar 1: Perawatan Metode Kanguru

. Bayi dipakaikan baju kembali dan sebaiknya tidak menggunakan lotion, minyak, ataupun bedak.

Mandikan bayi prematur anda tiap 2-4 hari sekali, dapat lebih sering bila bayi kerap gumoh, muntah atau terkena kotorannya. Kulit bayi prematur mudah kering bila dimandikan terlalu sering. Seka wajah bayi dan lipatan leher setiap hari.
 

⏰Waktu yang tepat untuk memandikan bayi prematur

Mandikan bayi 30 menit sebelum minum berikutnya untuk mencegah kembung atau gangguan perut atau stomach upset. Setelah mandi bayi akan minum lahap dan tidur lelap.

Perawatan tali pusat

☝Bila bayi telah dipulangkan sebelum terlepasnya tali pusat maka harus dilakukan perawatan dengan cara bersih dan kering.

Perawatan tali pusat bersih dan kering artinya tidak mengoleskan zat apapun atau membungkusnya tetapi harus terjaga kebersihannya.

Bila tali pusat kotor karena terkena kotoran/feses, kencing/urin, ataupun lainnya maka harus dibersihkan dengan sabun dan air bersih atau alkohol 70 % terutama bagian dasar tali pusat. Popok ataupun diapers/popok sekali pakai dipakaikan di bawah tali pusat untuk mencegah kontaminasi dengan feses ataupun urin.

✒ Rosalina Dewi Roeslani
     UKK Neonatologi IDAI.

Dipublikasikan:

يوم الاِثنين ، ٤ صفر ١٤٣٧ ه‍
ⓢⓔⓝⓘⓝ, 16 November 2015 M.

Majmu'ah BIKUM

https://telegram.me/Majmuah_Bikum (khusus wanita)
https://telegram.me/thibbunnabawy (khusus laki²)

Rabu, 05 Agustus 2015

BOLEHKAH BAYI DIKASIH EMPENG ?

BOLEHKAH BAYI DIKASIH EMPENG ?

بسم الله الرحمن الرحيم
11 Syawal 1436 H || 27 juli 2015
____________________
Penggunaan empeng (pacifier) dan dot
══════════●◇●══════════
     Bayi memang memiliki refleks menghisap yg sangat kuat.
Beberapa janin bahkan diketahui menghisap jempol/ jarinya sebelum dilahirkan. Mengempeng atau menghisap jari, empeng & yg lain memang menimbulkan efek menenangkan bayi. Namun tidak semua bayi membutuhkan empeng, sehingga sebaiknya bayi yg menyusu ASI & sehat sebaiknya tidak memakai empeng. Khusus bagi bayi pematur dan bayi dengan gangguan perkembangan, empeng boleh diberikan.
  Pro/ boleh digunakan
1. Empeng dapat membantu bayi prematur utk melewati transisi dari pemberian minum lewat tube ke pemberian minum lewat botol. Empeng juga dapat membantu menimbulkan refleks isap yg biasanya kurang optimal pada bayi prematur.
2. Empeng untuk anak yg mengalami gangguan perkembangan seperti PDD (Pervasive Developmental
Dissorder atau kasus Autisme) kadang dibutuhkan untuk
membantu anak dalam “menyimak” sesuatu. Anak anak dengan gangguan perkembangan biasanya mengalami masalah dlam memproses rangsangan yg diterima melalui panca indera.
Memberi empeng pada mereka yg memerlukan rangsangan lebih pada mulutnya sering membantu, terutama bila mereka sedang dalam proses belajar suatu hal. Kegiatan ini dapat diganti bertahap dgan memberi rangsang lain yg berkonsentrasi di daerah mulut sperti minum dengan sedotan/ makan makanan yg
cukup keras seperti buah atau sayur seperti wortel.
  Kontra/sebaiknya tidak diberikan:
1. Bagi bayi ASI, empeng dapat membuat bayi yg mendapatkan ASI menjadi bingung puting. Anak jadi sulit menyusu dengan benar jika diberikan empeng terlalu dini.
2. Memakai empeng terlalu lama akan mengakibatkan masalah pada susunan gigi dan gusi si kecil.
3. Pemakaian empeng meningkatkan kemungkinan infeksi
telinga tengah pada anak, karena gerakan menghisap
empeng mengurangi fungsi saluran eustasius  (dalam telinga) untuk bekerja secara normal, yaitu menjaga telinga tengah terbuka &  bersih.
  Jika si kecil terpaksa menggunakan empeng :
⛅ Jangan memberikan empeng setiap mulut bayi terbuka
Coba pakai alternatif cara lain untuk menenangkan bayi yg menangis.
⛅ Coba menidurkan si kecil tanpa memakai empengnya.
Hindarkan pemakaian empeng saat refleks menghisap sudah hilang, biasanya antara usia 10 – 15 bulan
⛅ Coba beri kegiatan yg  terkonsentrasi di mulut seperti
memberi cairan seperti jus buah yang kental yg di hisap memakai sedotan atau beri makanan keras seperti wortel atau apel untuk digigit-gigit, yg dapat memberi kegiatan
pada sekitar mulut. Kegiatan ini baik untuk melatih mengunyah pada bayi/anak.
❓ Bagaimana dengan pemakaian dot atau susu botol?
 Secara berkepanjangan dapat mengakibatkan :
1. Membuat anak mengalami karies gigi. Terutama pada gigi atas bagian depan. Gigi depan bagian bawah biasanya terlindungi oleh lidah saat anak memakai dot, sehingga jarang terjadi caries. Hal ini disebabkan gigi terpapar susu berkepanjangan. Komponen gula yg ada dalam cairan, seperti susu, jus atau air gula dalam botol menghasilkan asam yg akan merusak gigi anak.
2.  Gangguan pada perkembangan gusi. Struktur gigi anak tmpak kurang baik, yaitu gigi atas depan akan maju & gusi bawah mengecil, seperti gigi tikus.
3.  Anak yg mempunyai kebiasaan minum susu di malam hari, juga punya kebiasaan ngompol berkepanjangan. Mereka sulit diajarkan toilet training sehingga mempunyai kebiasaan memakai diapers yg juga berkepanjangan.
4. Kebiasaan ngedot akan mengurangi keterampilan mengunyah. Biasanya anak yg suka dot akan mengemut makanannya berlama-lama.
    bayi yang diberi ASI sebaiknya tidak pernah dikenalkan dengan dot. Kalaupun seorang bayi mengenal dot, pemakain dot sebaiknya mulai dikurangi sejak bayi berusia 8 bulan, dengan mengenalkannya minum dgan memakai trainer cup, selanjutnya memakai sedotan. Sebaiknya pemakaian dot dhentikan sebelum bayi/anak berusia 18-24 bulan.
Bila belum dihentikan pada saat anak usia 24 bulan seringkali, akan menjadi lebih sulit untuk menghentikan. Anak menjadi sangat tergantung pada dot & masalah kesehatan lain akan muncul.
--------------------
✒dr. Emi Um Khonsa
Telah dikoreksi dr. Agustin Aisyah, Sp. PK, M. Kes
Majmu'ah BIKUM